Senin, 30 September 2013

MEMBUAT TANAMAN DURIAN MENJADI CEPAT MENGHASILKAN BUAH


Durian merupakan salah satu tanaman yang sangat digemari oleh banyak masyarakat, tapi ada juga masyarakat yang tidak menyukai tanaman durian ini. Banyak masyarakat yang tidak menyukai durian ini mengatakan alasannya karena baun durian yang sangat menyegat, hehehehe.
Di medan, durian merupakan salah satu penghasilan petani yang lumayan menjanjikan. Banyak masyarakat yang berdalih menjadi penjual durian, karena untung yang sangat menjanjikan.
Durian-durian ini biasanya didapatkan dari petani duriannya langsung atau juga dari pemborong-pemborong lahan durian yang dari daerah masing-masing. Penghasil durian yang sangat terkenal di daerah Medan adalah Durian Sidikalang, khususnya durian Parongil dan durian Tigalingga. Kwalitas durian yang dari Sidiklang ini tidak diragukan lagi. Ini lah yang membuat banyak masyarakat yang menyebutkan durian sebagai durian ni ParSidikalang. Tapi banyak juga keluhan para pemilik durian dalam mengelola ataupun merawat durian ini, meskipun setelah panen untungnya sangat memuaskan.
Di antara sekian jenis tanaman buah yang ditanam di pekarangan, durian tergolong paling menjengkelkan para pemiliknya. Umumnya, alasannya karena lamanya menunggu tanaman kesayangan tersebut berbuah. Bahkan, ada yang setia menunggu sampai sepuluh tahun. Ternyata, banyak sekali faktor yang menyebabkan tanaman durian tidak berbuah.

MEMBUAT SAMPAH MENJADI PUPUK

Nah, kali kita akan membahsa mengenai sampah disekeliling kita.
Kita bisa menjadikan sampah menjadi bahan kebutuhan pertanian yaitu, sebagai pupuk untuk tanaman.
Di sekeliling kita, banyak kita temui sampah. Sampah ini bermacam-macam jenisnya mulai dari limbah rumah tangga sampai dengan dedaunan dari tanaman di sekitar rumah.

Sepertinya sampah tersebut sangat mengganggu aktivitas kita sehari-hari apabila tidak dikelola dengan benar. Selain itu, juga berpotensi menimbulkan berbagai penyakit, seperti diare, kolera, tifus yang dapat menyebar dengan cepat. Hal ini dikarenakan virus yang berasal dari sampah dengan pengelolaan tidak tepat dapat tercampur air minum. Penyakit demam berdarah melalui perantaraan nyamuk, dapat pula meningkat dengan cepat di daerah yang pengelolaan sampahnya kurang memadai.

Sampah juga berdampak buruk terhadap lingkungan, yaitu melalui cairan rembesan sampah yang masuk ke dalam drainase atau sungai dan mencemari air. Berbagai organisme termasuk ikan dapat mati sehingga beberapa spesies akan "lenyap".

Kamis, 26 September 2013

Pertanian Organik


  • Pengertian Pertanian Organik
Ada dua pemahaman tentang pertanian organik yaitu dalam arti sempit dan dalam arti luas. Pertanian organik dalam artian sempit yaitu pertanian yang bebas dari bahan – bahan kimia. Mulai dari perlakuan untuk mendapatkan benih, penggunaan pupuk, pengendalian hama dan penyakit sampai perlakuan pascapanen tidak sedikiti pun melibatkan zat kimia, semua harus bahan hayati, alami. Sedangkan pertanian organik dalam arti yang luas, adalah sistem produksi pertanian yang mengandalkan bahan-bahan alami dan menghindari atau membatasi penggunaan bahan kimia sintetis (pupuk kimia/pabrik, pestisida, herbisida, zat pengatur tumbuh dan aditif pakan). Dengan tujuan untuk menyediakan produk – produk pertanian (terutama bahan pangan) yang aman bagi kesehatan produsen dan konsumen serta menjaga keseimbangan lingkungan dengan menjaga siklus alaminya.
Konsep awal pertanian organik yang ideal adalah menggunakan seluruh input yang berasal dari dalam pertanian organik itu sendiri, dan dijaga hanya minimal sekali input dari luar atau sangat dibatasi. (FG Winarno 2002)   

Semakin Punahnya Tanaman Kopi Rabusta Di Dairi, Kec.Siempat Nempu Hilir, Pardomuan


Trimakasih masih mengunjugi blog saya yang tidak sebrapa ini.
Kali ini saya akan menceritakan sedikit tentang punahnya kopi robusta di Dairi, khusunya di  Kecamatan Siempat Nempu Hilir.
Awalnya kopi rabusta mulai tidak lagi diminati masyarakat sejak kemunculan kopi ateng(sebutan sehari-harinya). Mengapa masyarakat lebih memilih kopi ateng? Jawabannya adalah, karena kopi ateng lebih cepat menghasilkan biji kopi dan lebih cepat diproduksi dibandingkan dengan kopi Robusta. Sering kali masyarakat siempat nempu hilir menyebut kopi ateng sebagai kopi sigarar utang(kopi yang bisa membayar hutang). Ini dikarenakan kopi ateng sangat cepat reproduksinya dan akan cepat juga untuk dipanen oleh masyarakat setempat.

Salam Sapa Saya Kepada para Blogger

Pertama-tama saya mengucapkan terimakasih banyak kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, saya sangat mensyukuri segala berkatnya yang boleh saya terima hingga saat ini, dan akhirnya saya bisa membuat sepatah kata di Blog ini.

Mungkin inilah awal saya mengenal dan dikenal oleh para blogger di seluruh indonesia yang tercinta ini.
Teman-teman blogger bisa lebih mengenali saya lewat di Facebook  dan di Twitter