Kamis, 26 September 2013

Semakin Punahnya Tanaman Kopi Rabusta Di Dairi, Kec.Siempat Nempu Hilir, Pardomuan


Trimakasih masih mengunjugi blog saya yang tidak sebrapa ini.
Kali ini saya akan menceritakan sedikit tentang punahnya kopi robusta di Dairi, khusunya di  Kecamatan Siempat Nempu Hilir.
Awalnya kopi rabusta mulai tidak lagi diminati masyarakat sejak kemunculan kopi ateng(sebutan sehari-harinya). Mengapa masyarakat lebih memilih kopi ateng? Jawabannya adalah, karena kopi ateng lebih cepat menghasilkan biji kopi dan lebih cepat diproduksi dibandingkan dengan kopi Robusta. Sering kali masyarakat siempat nempu hilir menyebut kopi ateng sebagai kopi sigarar utang(kopi yang bisa membayar hutang). Ini dikarenakan kopi ateng sangat cepat reproduksinya dan akan cepat juga untuk dipanen oleh masyarakat setempat.
Berikut ini saya akan mencoba menunjukkan sekilas perbedaan antara kopi Ateng dengan kopi rabusta dari gambar berikut;
KOPI ATENG
KOPI ROBUSTA

Ada beberapa perbedaan yang sangat mencolok dari kedua jenis kopi ini, diantaranya adalah:
-          Daunnya tampak lebih lebar pada kopi Robusta
-          Bijinya pada kopi Robusta lebih kecil dibandingkan dengan biji kopi Ateng
-          Pohon kopi Robusta biasanya lebih besar dan lebih tinggi
-          Umur pemanennya cendrung lebih cepat pada kopi Ateng dibandingkan dengan kopi Robusta.
-          Pada hasil produksinya, biasanya harga kopi Ateng jauh lebih tinggi
-          Dll.
Oleh karena itulah masyarakat Siempat Nempu Hilir mulai meninggalkan perawatan pada kopi Robusta sekitar tahun 1998. Mereka lebih memilih menanam Kopi Ateng dan menanam tanaman muda lainnya. Setelah mereka meninggalkan kopi Robusta, mereka tidak hanya meninggalkan perawatan pada kopi Robusta tersebut, tetapi mereka juga mulai menebangi pohon-pohon kopi Robusta tersebut.
 Dari beberapa pendapat masyarakat, mereka punya beberapa alasan untuk lebih memilih meninggalkan perawatan pada kopi Robusta.
1.      Kurangnya modal untuk perawatan kopi Robusta
2.      Menurunnya harga kopi Rabusta membuat biaya perawatan dengan hasil panen tidak sebanding.
3.      Bertambahnya jenis hama lain yang merusak kopi Robusta
4.      Cuaca di Dairi yang sudah mulai berubah membuat pertumbuhan kopi Robusta memburuk.
5.      Terlalu lamanya dalam menunggu hasil pemanenan
6.      Serta semakin banyaknya tanaman muda yang lebih menjanjikan untuk cepat hasil panennya.
7.      Dll.

Dari beberapa alasan masyarakat diatas, alasan yang paling mendasar adalah semakin menurunnya harga penjualan hasil panen dari kopi Robusta itu sendiri.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar