Trimakasih masih mengunjugi blog saya yang tidak
sebrapa ini.
Kali ini saya akan menceritakan sedikit tentang
punahnya kopi robusta di Dairi, khusunya di Kecamatan Siempat Nempu
Hilir.
Awalnya kopi rabusta mulai tidak lagi diminati
masyarakat sejak kemunculan kopi ateng(sebutan sehari-harinya). Mengapa
masyarakat lebih memilih kopi ateng? Jawabannya adalah, karena kopi ateng lebih
cepat menghasilkan biji kopi dan lebih cepat diproduksi dibandingkan dengan
kopi Robusta. Sering kali masyarakat siempat nempu hilir menyebut kopi ateng
sebagai kopi sigarar utang(kopi yang bisa membayar hutang). Ini dikarenakan
kopi ateng sangat cepat reproduksinya dan akan cepat juga untuk dipanen oleh
masyarakat setempat.
Berikut ini saya akan mencoba menunjukkan sekilas
perbedaan antara kopi Ateng dengan kopi rabusta dari gambar berikut;
![]() |
| KOPI ATENG |
![]() |
| KOPI ROBUSTA |
Ada beberapa perbedaan yang
sangat mencolok dari kedua jenis kopi ini, diantaranya adalah:
-
Daunnya tampak lebih lebar pada kopi Robusta
-
Bijinya pada kopi Robusta lebih kecil dibandingkan
dengan biji kopi Ateng
-
Pohon kopi Robusta biasanya lebih besar dan lebih
tinggi
-
Umur pemanennya cendrung lebih cepat pada kopi Ateng
dibandingkan dengan kopi Robusta.
-
Pada hasil produksinya, biasanya harga kopi Ateng jauh
lebih tinggi
-
Dll.
Oleh karena itulah masyarakat
Siempat Nempu Hilir mulai meninggalkan perawatan pada kopi Robusta sekitar
tahun 1998. Mereka lebih memilih menanam Kopi Ateng dan menanam tanaman muda
lainnya. Setelah mereka meninggalkan kopi Robusta, mereka tidak hanya
meninggalkan perawatan pada kopi Robusta tersebut, tetapi mereka juga mulai
menebangi pohon-pohon kopi Robusta tersebut.
Dari beberapa pendapat masyarakat, mereka
punya beberapa alasan untuk lebih memilih meninggalkan perawatan pada kopi
Robusta.
1. Kurangnya
modal untuk perawatan kopi Robusta
3. Bertambahnya
jenis hama lain yang merusak kopi Robusta
4. Cuaca
di Dairi yang sudah mulai berubah membuat pertumbuhan kopi Robusta memburuk.
5. Terlalu
lamanya dalam menunggu hasil pemanenan
6. Serta
semakin banyaknya tanaman muda yang lebih menjanjikan untuk cepat hasil
panennya.
7. Dll.
Dari beberapa alasan masyarakat diatas, alasan
yang paling mendasar adalah semakin menurunnya harga penjualan hasil panen dari
kopi Robusta itu sendiri.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar